Halo sahabat selamat datang di website buddhaindonesia.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Penggalan Sejarah Panjang Buddhis di Bangladesh, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Bangladesh merupakan sebuah negara yang diapit oleh India dan Myanmar. Sejarah panjangnya menorehkan berbagai konflik dan perkembangan peradaban di tanah ini. Menurut naskah kuno India, Ramayana dan Mahabharata, Kerajaan Vanga (salah satu kerajaan kuno di wilayah Bengal) adalah sekutu kuat bagi Kota Ayodhya.

Wilayah ini pernah diperintah oleh Raja Ashoka sebagai salah satu propinsi Kerajaan Maurya. Agama Islam mulai masuk sejak zaman Kerajaan Pala. Namun setelah penaklukan yang dilakukan oleh Bakhtiyar Khalji dan berdirinya Kesultanan Delhi, agama Islam menyebar di seantaro wilayah ini menjadikannya sebagai agama mayoritas penduduk Bangladesh hingga saat ini.

Sekarang, agama Hindu dan Buddha menjadi agama kedua dan ketiga terbesar dengan persentase kurang lebih 10%. Umat Buddha Bangladesh terkonsentrasi diantara kelompok etnis yang menetap di sepanjang Bukit Chittagong (terutama etnis Chakma, Marma dan Tanchangya) dan buddhis Bengali di pesisir Chittagong.

Sejarah

Disebutkan bahwa Buddha Gautama pernah setidaknya sekali mengunjungi wilayah ini untuk menyebarkan ajaranNya dan berhasil mengubah keyakinan para penduduk lokal menjadi pemeluk agama Buddha.

Kemudian di bawah pemerintahan Ashoka, agama Buddha menyebar secara pesat di antara penduduk di wilayah tersebut. Kerajaan Pala membantu penyebaran agama Buddha dengan membangun banyak wihara seperti Mahavihara Somapura dan Mahasthangarh. Di masa kerajaan inilah seorang guru terkenal bernama Atisha lahir di Kota Bikrampur dan menyebarkan agama Buddha Mahayana.

Raja-raja dari Dinasti Chandra juga mengadopsi agama Buddha. Dinasti Khadga juga merupakan sebuah dinasti buddhis yang mana para rajanya menggunakan nama marga Bhatt. Mereka telah mendirikan sejumlah wihara dan kuil. Hingga tahun 1202, pengaruh agama Buddha masih dominan di wilayah ini sampai dengan penaklukan oleh bangsa Turki.

Pasukan penakluk yang menemukan sejumlah wihara dan kuil memerintahkan penghancuran wihara dan kuil ini. Demikian pula dengan universitas-universitas wihara buddhis kuno di Bangladesh seperti di Mahavihara Somapura, Jaddala, Halud, Pandit, dan lain-lain.

Berabad-abad setelahnya, sisa-sisa kejayaan masa buddhis hanya bertahan di wilayah Chittagong yang belum sepenuhnya ditaklukan hingga masa pemerintahan Inggris di India.

Hingga kini, persekusi terhadap minoritas buddhis maupun agama lain di Bangladesh masih sering kali terjadi. Sejak kemerdekaan Bangladesh tahun 1972, konflik mulai bermunculan antara mayoritas dan minoritas disana.

Konflik besar terakhir terjadi pada 2012 dimana rentetan kekerasan dan penyerangan terhadap kuil-kuil buddhis dan rumah umat Buddha di wilayah Ramu distrik Cox's Bazar terjadi. Sebanyak 12 wihara dan 50 rumah umat hancur, dan diperkirakan 25000 orang yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Kekinian, Bangladesh memiliki kurang dari 1% umat Buddha dengan setengah juta pemeluknya. Dengan sikap toleransi dan penghargaan terhadap peninggalan bersejarah umat Buddha di Bangladesh, mari kita harapkan perkembangan dan kehidupan yang damai bagi semuanya disana. Sadhu 3x.

 

Itulah tadi informasi mengenai Penggalan Sejarah Panjang Buddhis di Bangladesh dan sekianlah artikel dari kami buddhaindonesia.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.